Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual (CTL) Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dan Keaktifan Belajar Siswa
Keywords:
model pembelajaran kontekstual, CTL, berpikir kritis, keaktifan belajar, ScratchAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media Scratch, serta pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis dan keaktifan belajar siswa pada pembelajaran Informatika materi pemrograman visual di kelas VII SMP Negeri 1 Susukanlebak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen melalui desain pretes-posttest kontrol grup design. Sampel terdiri dari 26 siswa kelas VII H (eksperimen) dan 24 siswa kelas VII I (kelas kontrol), dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes berpikir kritis, lembar observasi keaktifan belajar, dan angket respons siswa, lalu dianalisis dengan uji Mann-Whitney U dan Independent Sample t-Test. Hasil menunjukkan penerapan CTL berbantuan media Scratch berjalan lancar sesuai tahapan yang dirancang. Uji Mann-Whitney U menunjukkan Asymp. Sig (2 tailed) 0,000 (<0,05), berarti terdapat pengaruh signifikan model CTL terhadap kemampuan berpikir kritis, didukung rata-rata N-Gain kelas eksperimen 0,47 dibanding kelas kontrol -0,17. Uji Independent Sample t -Test menunjukkan Sig, (2-tailed) 0,000 (<0,05) menandakan pengaruh signifikan model CTL terhadap keaktifan belajar, dengan rata-rata keaktifan kelas eksperimen 72,92% (aktif) dibanding kelas kontrol 42,00% (cukup aktif). Model CTL berbantuan Scratch efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keaktifan belajar siswa pada pembelajaran Informatika.