Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Toleransi Dalam Implementasi Profil Pelajar Pancasila
Abstract
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One-Group Pretest–Posttest Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pabedilan, Kabupaten Cirebon, dengan jumlah 318 siswa. Sampel penelitian terdiri dari 36 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis dan angket sikap toleransi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test dan N-Gain dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis dan sikap toleransi siswa. Nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis meningkat dari 67,17 menjadi 73,53, sedangkan sikap toleransi meningkat dari 30,06 menjadi 43,43 setelah penerapan PBL. Uji t menunjukkan nilai signifikansi (p < 0,05) untuk kedua variabel, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan toleransi siswa, serta mendukung terwujudnya nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam proses pembelajaran.